Skip to content Skip to left sidebar Skip to right sidebar Skip to footer

News

Deklarasi 3 Pilar STBM di Kecamatan Gangga

Pelaksanaan Deklarasi 3 Pilar STBM ( Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ) se-Desa di Kecamatan Gangga
Pilar 1. Basno (Buang Air Sembarangan Nol)
Pilar 2. Cuci Tangan Pakai Sabun
Pilar 3. Pengamanan Makan Minum Aman RT
Penerapan 5 Pilar STBM merupakan langkah intervensi spesifik terhadapan penurunan Stunting di Kab. Lombok Utara.

Penguatan Posyandu Keluarga

Posyandu Keluarga (Posga) adalah Posyandu yang melayani ibu hamil, balita, remaja, usia produktif dan Lansia. Dengan hadirnya Posga ini di masyarakat tentu pelayanan kesehatan akan semakin dekat dan seluruh masyarakat bisa terlayani sesuai dengan kebutuhannya. Saat ini ada 416 Posga dengan jumlah kader 2373 orang, yang tersebar disemua dusun yang ada di KLU. Dari segi kuantitas sudah memadai, target selanjutnya adalah membentuk Posga yang berkualitas dan mandiri, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengintegrasikan Posga dengan Bank Sampah, hal ini merupakan sebuah terobosan yang baik dan berpeluang bisa dilakukan saat ini di Lombok Utara. Seperti kita ketahui bahwa integrasi ini bertujuan untuk menyatukan beberapa elemen dalam satu bingkai kebersamaan untuk menyelesaikan satu pekerjaan yg sama maka dibutuhkan komitmen dan komunikasi yang intens antara Dinkes Lombok Utara,OPD Terkait, Pemerintah Kecamatan, dan Pemdes se-KLU, seluruh jajaran PKK, dan organisasi kemasyarakatan lainnya sehingga tercipta ruang dalam berbagi peran dalam membangun satu pemahaman dan sinergitas yang baik dari semua unsur masyarakat untuk mewujudkan Lombok Utara yang bersih dan Sehat, seperti kegiatan Dinas kesehatan untuk di semua kecamatan saat ini adalah membangun komunikasi, diskusi, sharing informasi dan penguatan komitmen dengan berbagai unsur dalam memperkuat keberadaan dan fungsi Posga yang terintegrasi dengan Bank Sampah, dengan harapan nantinya bisa mengikuti praktik integrasi yang sudah baik saat ini yaitu integrasi antara Posga dengan Bank Sampah “PERSADA LOTARA 1” yang ada di kecamatan Gangga, dimana Bank Sampah ini sangat aktif meng-edukasi masyarakat dalah hal mengelola sampah sehingga tidak jadi masalah, tetapi sebaliknya bisa menjadi berkah.

Tes Kebugaran Calon Jamaah Haji Kabupaten Lombok Utara

Untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran para Calon Jamaah Haji Kabupaten Lombok Utara, pada hari Senin tanggal 30 Mei 2022, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara dan puskesmas melakukan kegiatan Pengukuran Kebugaran yang diikuti oleh segenap Calon Jamaah Haji Kabupaten Lombok Utara Tahun 2022 yang dilaksanakan di Lapangan TIOQ TATA TUNAQ Tanjung.
Ibadah haji adalah rangkaian ibadah yang memerlukan kesehatan,kebugaran tubuh disamping kesiapan finansial dan mental serta kesiapan pengetahuan dan pemahaman mengenai rangkaian ibadah. “Tes kebugaran ini bertujuan memonitoring kesehatan calon jamaah haji”.
Kebugaran merupakan salah satu di antara berbagai faktor yang menentukan derajat kesehatan. Kebugaran tidak semata-mata dinilai secara fisik tetapi meliputi seluruh tubuh, pikiran dan emosi. Kebugaran fisik dapat mencegah atau mengobati banyak bersifat kemunduran kondisi kesehatan yang dihasilkan oleh gaya hidup tidak sehat atau penuaan.
Selanjutnya kebugaran fisik sangat penting untuk membantu meminimalkan masalah kesehatan seperti gangguan jantung dan obesitas yang semuanya dapat mempengaruhi kehidupan dan fungsi pekerjaan sehari hari. Salah satu tes kemampuan itu adalah Tes Kebugaran dengan Metode Rockport Walking Test, yaitu jalan cepat/lari.
Kegiatan kebugaran yang dilakukan diantaranya :

  1. Senam pemanasan
  2. Pendaftaran pengukuran kebugaran calon jemaah haji
  3. Pemeriksaan tekanan darah, berat badan & tinggi badan
  4. Pengukuran kebugaran dengan Metode Rockport Walking Test, yaitu jalan cepat/lari

Penyakit Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya pertama kali ditemukan di Inggris Raya pada 5 April 2022. Sejak saat itu, dilaporkan terjadi peningkatan kasus di Eropa, Asia, dan Amerika. WHO selanjutnya menetapkan penyakit Hepatitis Akut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.

Di Indonesia sendiri, Dalam kurun waktu 2 minggu hingga 30 April 2022, terdapat tiga dugaan kasus pasien anak hepatitis akut meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUPN Cipto Mangunkusumo.

Penyakit Hepatitis Akut menyerang anak usia 0-16 tahun, paling banyak anak usia di bawah 10 tahun. Virus ini sangat berbahaya, beberapa anak dilaporkan meninggal, bahkan 17 dari 170 anak dengan Hepatitis Akut membutuhkan transplantasi hati.

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab Hepatitis Akut. Penyebabnya bukan virus hepatitis A, B, C, D dan E. Dugaan awal berasal dari Adenovirus 41, SARS CoV-2, virus ABV dll. Adenovirus umumnya menular melalui saluran cerna dan saluran pernafasan. Cara menularnya diduga dari droplet, air yang tercemar dan transmisi kontak.

Gejala awal Hepatitis Akut adalah gangguan gastrointestinal seperti sakit perut, mual, muntah, diare. Gejala dapat berlanjut dengan air kencing berwarna pekat seperti teh, BAB putih pucat, kulit & mata kuning, bahkan sampai penurunan kesadaran.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah Hepatitis Akut pada anak?

Tetap tenang, jangan panik. Kebersihan diri dan lingkungan berperan penting dalam mencegah infeksi Hepatitis Akut pada Anak. Rutin cuci tangan pakai sabun, masak makanan hingga matang, hindari kontak dengan orang sakit, terapkan etika batuk dan disiplin prokes COVID-19 seperti pakai masker serta jaga jarak.

Tingkatkan kewaspadaan diri dengan mengetahui lebih dalam gejala Hepatitis Akut. Apabila anak mengalami satu dari gejala hepatitis Akut, disarankan segera dirujuk ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Jangan menunggu sampai mata anak kuning atau bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi Hepatitis sudah berat, kemungkinan untuk menyelamatkan pasien sangat kecil. Kenali gejala awal dan segera memeriksakan ke fasyankes